Dalam rangka yang panjang kalo saya tulis di sini, maka ulik mengulik polaroid berikutnya akan dilanjutkan di akun tumblr yg ada di link di atas ini.. silakan diklik untuk mengikuti perjalanan penelitian kami.. :)
Setelah sebelumnya mereview kamera SX-70, maka sekarang adalah gilirannya Spectra System!!

Okey, Spectra adalah sebuah format film terakhir yg dikeluarkan Polaroid. ISO nya hampir mirip dengan film 600, tapi ukuran film spectra lebih besar. Secara visual, tampilan film spectra lebih “wide” dibanding 600 yang bujur sangkar. Sebagai sebuah kamera yang didesain belakangan (tahun 1980an) Spectra dilengkapi dengan fitur fitur yang jauh lebih lengkap dibandingkan para pendahulunya. Standar Fitur untuk kamera Spectra adalah:
Tombol kendali untuk kamera spectra juga cukup lengkap, semua diposisikan di belakang kamera seperti berikut:
Fungsi saklar2 ini dari yang paling kiri adalah:
Kualitas gambar spectra sendiri menurut saya patut diacungi jempol;

Dan salah satu fitur yang paling asik dari Spectra adalah kemudahannya untuk mengambil gambar double exposure seperti ini (tutorial on how to do this akan saya tulis belakangan);

That’s all you need to know about Spectra, tapi tunggu… masih ada beberapa aksesoris asik spectra yang akan saya review setelah ini. So…. Nantikan next article! :D
Polaroid adalah nama perusahaan fotografi yang terkenal dengan film dan kamera instan nya. Perusahaan ini didirikan tahun 1937 oleh Dr. Edwin H. Land yang menemukan teknik polarisasi cahaya. Polaroid mengeluarkan produknya berupa film instan yang dapat gambarnya dapat langsung “jadi” dan dilihat.
Polaroid yg kita kenal sekarang biasanya merujuk ke kamera instan yg (dulu) sering kita temui di taman safari, sunatan, wisudaan, ulangtahun, dan lain lain. Polaroid yg seperti ini pertama kali muncul tahun 1972 dengan nama SX-70. Film untuk kamera jenis ini merupakan film integral pertama yang diproduksi oleh polaroid. Terdapat 3 tipe film integral:
Masing masing jenis film tersebut hanya dapat digunakan pada kamera yang sesuai. SX-70 untuk kamera SX-70, 600 untuk kamera-kamera yang menggunakan film 600 dan spectra khusus untuk spectra system dan 1200. List lengkap kameranya bisa dilihat di www.instantoptions.com/landlist
Perusahaan polaroid sendiri berhenti memproduksi film polaroid pada tahun 2008. Hal ini disebabkan mulai sulitnya materi untuk membuat film instan, dan juga faktor persaingan dari munculnya kamera digital yang jauh lebih “murah”. Maka, tahun 2008 merupakan tahun yang gelap bagi pecinta film instan, Game Over untuk Polaroid Instant Film. Tapi, setahun setelah itu beberapa mantan karyawan polaroid membentuk The Impossible Project yang membeli pabrik polaroid di Belanda dan memulai kembali produksi film instan dari 0! Mereka merumuskan lagi bahan kimia baru untuk film instan. Sampai sekarang mereka telah berhasil mengeluarkan beberapa jenis film untuk SX-70, 600, dan Spectra. Saat ini status film2nya masih eksperimental, hasilnya belum stabil. Tapi lambat laun, mereka akan menyempurnakan rumus kimianya untuk kemudian menghasilkan film2 yang lebih stabil dan murah (aminn…).
Sebenarnya selain Polaroid banyak juga perusahaan lain yang memroduksi kamera dan film instan, seperti fuji film dan kodak. Sampai saat ini yang masih eksis adalah fuji film, bahkan produk mereka terakhir yaitu Instax sangat populer sebagai alternatif dari film & kamera instan polaroid. (Jadi jangan salah sangka instax itu polaroid… sama2 instan film, tapi beda antara instax dan polaroid). Tapi memang, si perusahaan polaroid (demi menyadari bahwa instant analogue film sedang booming kembali) akhirnya mengeluarkan kembali produk film dan kamera instannya dengan label polaroid 300. Yang pada dasarnya adalah kamera dan film fuji instax yang dilabeli polaroid (jadinya tapi ga seruuuu…). Buat saya, Polaroid yg saya suka adalah polaroid klasik yang vintage yang memang memento masa2 kecil saya. Dan memang begitu juga “rasa” dari hasil gambar2 fotonya yang dihasilkan.
Karena dengan kita menggunakan film dan kamera polaroid, itu artinya kita membantu film instan tetap eksis, berarti ada yang make.. he he..
Okei, melanjutkan review tentang SX-70,
ini adalah video ad yg detail sekali tentang si SX-70. Sangat berkelas!!
ThUMBs UP!

Okay, so this is one part of the cubism project that i experimented with. Cubism on polaroid is one of the techniques many people used to get different vibe and feel with their instant film. As you can see, the image is not really sharp, that is because i’m holding the camera with my hands. I took the picture in our bathroom, with some white fluorescent (neon) lighting.
And here’s the whole collage.

Cheers..
PS: I also experimented with the darken/lighten dial. As you can see the difference.
This is one of the better shot i took with the SX-70, ATZ film. This time, I put the camera on a made-up tripod (actually just a bunch of stacked books) that gave the camera the steadiness it needed. The picture came out clear and sharp, (well polaroidly sharp), and the focus on the glass really do point out the ability of the SX-70 to do some serious focusing!
This was taken at Sembilan Matahari’s office. There was some problem with the electrical substation, so the whole block got their electricity cut off.
Source: Flickr / rumplestiltskin
I just bought myself, the ultimate polaroid masterpiece. The SX-70 original camera! Since there are already many reviews out there, I’m going to do this one in Indonesia Language (bahasa). So, ‘ere us go!

Yess.. Sodara2, saya mau menyampaikan kabar gembira dan semoga bikin sirik. Si polaroid SX-70 yang saya pesan sudah sampai di rumah!! Well, kondisinya tidak sempurna, tapi sangat fungsional… Dan kebetulan pula besoknya, film artistic TZ exp 09 datang. Jadilah saya gembira ria seperti waktu dulu ke taman ria senayan, atau dulu dengerin radio SK.
OK, ini adalah review kamera SX-70 dalam bahasa Indonesia. Kamera ini merupakan masterpiece dari Dr. Edwin Land, sebagai bapaknya instant film/kamera. SX-70 merupakan kamera SLR instant pertama yang pernah ada. SLR adalah Single Lens Reflex yang artinya apa yang kita lihat di viewfinder adalah apa yang akan keluar di hasil filmnya nanti. Dengan kemampuan fokus mulai dari jarak 25 cm, SX-70 benar-benar sangat versatile untuk mengambil citra-citra yang berkelas!
Desain SX-70 sangat sophisticated. Bentuknya yang dapat dilipat, seperti transformer, merupakan salah satu fitur yang menjadi daya tarik kamera ini. Sistem SLR membutuhkan jalur pencahayaan yang kompleks, dan pada SX-70, jalur pencahayaan tersebut didesain dengan canggih dengan pula memperhatikan bentuk kameranya yang dapat dilipat.
Seperti pada kamera polaroid lainnya, SX-70 memiliki lighten/darken dial yang dapat kita gunakan untuk menentukan lamanya bukaan/exposure. Memutar dial ke lighten akan mengakibatkan shutter membuka lebih lama dan hasilnya lebih banyak cahaya yang masuk. Sedangkan sebaliknya bila diputar ke darken, akan lebih cepat menutup dan lebih sedikit cahaya yang masuk. Fitur yang tidak dimiliki kamera polaroid lain adalah fitur fokus, dial sebelah kanan berfungsi mengatur fokus dari kamera. Inilah faktor utama yang membuat SX-70 sangat seru untuk diajak bereksperimen.
Film yang digunakan adalah film khusus polaroid SX-70, seperti time zero, artistic TZ, PX70 dari TheImpossibleProject. Film ini bisa juga menggunakan film 600 dari polaroid, hanya saja dibutuhkan teknik khusus untuk mengakomodasi perbedaan ASA dari dua film ini. Bagaimana caranya nanti saya bahas di artikel yang berbeda.
Kamera SX-70 Original seperti yg saya punya, diproduksi pada tahun 1972-1977. Berarti yang ada di tangan saya ini sudah berusia paling muda 32 tahun. *glek* Sejauh ini masih berfungsi sangat baik dan menjanjikan. Dan dengan adanya TheImpossibleProject yang terus melakukan riset dan pengembangan film film instant untuk kamera polaroid, memiliki SX-70 merupakan investasi yang sangat menarik untuk masa depan. Sekedar untuk hobby, koleksi, ataupun dijadikan produktif dengan membuat gambar-gambar seru dengan si SX-70. Saya sangat merekomendasikan untuk mengadopsi kamera-kamera tua ini! Instant Film Strikes Back!
cheers.
Source: instantoptions.com